Langsung ke konten utama

Trip ke Bali Part # 5 (Pertunjukan Calonarang)


Pagi-pagi sekali setelah kami selesai sarapan di hotel, tidak berapa lama travel jemputan telah tiba. Setelah semuanya dipersiapkan, kami langsung berangkat menuju ke Ubud tepatnya Tegalalang Rice Terrace yang sangat ikonik sekali. Perjalanan pada pagi itu ramai lancar namun cuaca sedikit mendung, dan sudah mulai turun hujan. Sebelum ke TKP utama kami ditawari oleh Pak Putu selaku driver kami untuk mampir dahulu ke Padang Bulan untuk melihat pertunjukan seni tari dan peran yaitu Calonarang.

Sesampai di Padang Bulan kondisi sedang hujan ringan, kami langsung menepi untuk parkir. Ternyata sudah banyak wisatawan yang parkir dan berada disana untuk menikmati pertunjukan itu, pengunjung yang mendominasi adalah pengunjung mancanegara. Setelah membayar tiket masuk, saya lupa berapa harga perorangnya maka kami langsung dipersilakan untuk masuk ruang pertunjukan yang tempat duduknya di desain meninggi ke belakang seperti di bioskop. Kami memilih duduk di bagian deretan bangku agak diatas.

Kursi penonton pada saat itu terisi penuh dari yang muda sampai pengunjung sudah lanjut usia. Pertunjukan berlangsung lebih dari satu jam, dan pertunjukan itu persis sekali dengan yang pernah saya lihat di salah satu program Lilacita di Bali TV. Dari tari-tarian khas Bali, barong dan lain-lain dipentaskan semuanya disana. Karena menggunakan bahasa Bali maka saya tidak paham sama sekali dialognya, namun setiap pengunjung diberi satu lembar teks berbahasa Indonesia dan berbagai bahasa asing lainnya, yang tujuannya agar tetap bisa memahami alur cerita.

Setelah satu jam lebih pertunjukan telah usai dipentaskan, menurut saya cukup menghibur apalagi saya orang Kalimantan belum pernah melihat secara langsung dan bukan merupakan penikmat seni teater. Tapi jika kalian merupakan pecinta seni pertunjukan teater maka pertunjukan Calonarang ini jangan sampai dilewatkan. Setelah selesai foto-foto di tempat itu kami langsung menuju keluar untuk melanjutkan perjalanan ke Tegalalang menjelang siang itu.

Komentar

  1. memang eksenian di bali itu bagus2 dan bikin orang kagum

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya setuju banget :D, thanks ya sudah mampir ke blog saya...

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gampag!!! Begini Cara Paling Mudah Mengatasi Masalah Header Error pada Import File JPEG di Adobe Premiere Pro CC

Illustration By : https://pixabay.com Design by Lalmch
Di postingan kali ini saya akan menjelaskan trik dan tips mudah mengenai bagaimana caranya mengatasi masalah "Header Error" pada saat melaluian proses import file JPEG atau JPG ke dalam Sequence di aplikasi Adobe Premiere Pro CC. Masalah ini biasanya akan didapat apabila kalian adalah seorang editor yang ingin membuat video dari slide foto dengan format JPEG, JPG atau PNG. 
Intinya pada postingan ini saya buat berdasarkan pengalaman saya sendiri pada saat melakukan editing video di Adobe Premiere Pro menggunakan bahan foto atau bukan footage. Caranya sangat mudah, apabila foto yang kalian jadikan bahan untuk video mengalami masalah "Header Error" pada saat proses import, maka coba cari dahulu file foto tersebut. Setelah filenya di temukan maka silakan di klik kanan file tersebut kemudian klik edit menggunakan aplikasi Paint 3D bawaan dari Windows 10. 
Setelah file berhasil dibuka, kemudian klik tombol simpan ulang…

Perjalanan ke Pantai Teluk Tamiang dan Pulau Tanjung Kunyit

Sebenarnya rencana ingin berangkat refreshing sudah dimulai jauh-jauh hari, namun karena kendala ketepatan waktu libur teman-temanlah yang membuat perjalanan kami tertunda. Sebenarnya awalnya kami merencanakan liburan ke Pulau Samber Gelap di Kotabaru, Kalimantan Selatan namun pada akhirnya pilihan tersebut batal dikarekan ombak laut di Selat Makassar saat itu masih cukup besar. Paman sopir Speed Boat tidak berani mengendarai speed boatnya dengan kondisi laut seperti itu. Sehingga pilihan terakhir kami adalah ke Pantai Teluk Tamiang yang lokasinya juga berada di Pulau Kotabaru tetapi berada di bagian ujung selatan.


Rencana awal saya dan berdua teman saya berangkat dari rumah di Mantewe, Tanah Bumbu adalah pukul 06.00 Wita, namun karena subuh itu masih hujan rintik maka jadwal kami molorkan ke jam 06.30. Kami dan rombongan sepakat untuk bertemu di Pelabuhan Ferry Batulicin, karena tiga orang teman lainnya pada malam sebelumnya menginap di Batulicin. Ferry berangkat sekitar pukul 07.00 W…

Indahnya Air Terjun Mandin Damar di Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu

Pada postingan kali ini saya akan bercerita tentang perjalanan saya ke tempat wisata Air Terjun Mandin Damar yang berada di Desa Gunung Raya Kecamatan Mantewe Kab. Tanah Bumbu Kalimantan Selatan. Sebenarnya rencana sebelumnya perjalanan ke air terjun ini bukanlah tujuan utama kami, tetapi karena cuaca yang tidak bersahabat pada saat itu sehingga kami putuskan hanya datang ke Air Terjun Mandin Damar. Lokasi air terjun ini sebenarnya berada di desa tetangga saya, walaupun desa tetangga yang logikanya dekat namun ini adalah kali pertama saya kesana. Itupun tahunya gara-gara melihat feed di instagram. 

Jarak antara tempat tinggal saya sekitar ke Air Terjun Mandin Damar sekitar 9 Kilometer, tetapi ternyata ditambah lagi jaraknya sekitar 6 Kilometer perjalanan. Jadi posisi air terjun ini tidak berada di sisi jalan utama Jl. Kodeco Km.60 jalur Batulicin - Kandangan, tetapi harus masuk lagi ke dalam perkampungan yang bukan perkampungan utama dengan kondisi jalan yang berbatu-batu. Apabila kali…