Langsung ke konten utama

Panen Langsat di Pulau Burung



Pada tulisan kali ini saya akan bercerita tentang jalan-jalan saya ke Pulau Burung. Pulau Burung sendiri tidak begitu luas dan tidak memiliki garis pantai, hampir keseluruhan pulau merupakan hutan yang cukup lebat dan dikelilingi oleh tanaman Bakau. Yang menarik di pulau ini adalah sebagian besar tumbuhan yang hidup disini adalah pohon buah-buahan yang umurnya sudah cukup tua. Sepertia pohon Durian, Pohon Langsat dan ada beberapa jenis pohon buah lainnya. Pulau Burung merupakan suatu Desa yang berada pada daerah Administrasi Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu Kalsel.
Pulau Burung kebetulan cukup terkenal di wilayah Tanah Bumbu sebagai penghasil buah-buahan tropis seperti yang saya sebutkan di atas sebelumnya. Selain Panen Buah merupakan daya tarik utama wisatawan untuk berkunjung kesini, kawasan mangrovenya juga jangan sampai dilewatkan.

Nah pada kunjungan kami kali ini tujuan utamanya adalah untuk berwisata panen buah langsat, karena pada saat itu merupakan musim panen buah langsat. Sebenarnya saya tidak ada rencana sama sekali untuk berwisata ke tempat ini sebelumnya, namun kebetulan pada malam sebelum keberangkatan saya melihat timeline pada akun Facebook saya bahwa besok hari akan diadakan kunjungan wisata ke Pulau Burung oleh Komunitas Borneo Netizen (Tanah Bumbu). Komunitas Facebook Borneo Netizen merupakan Komunitas Facebook terbesar di Kabupaten Tanah Bumbu yang berfokus pada media informasi dan isu-isu sosial yang terjadi di Kabupaten Tanah Bumbu, yang paling menonjol adalah kegiatan bakti sosialnya yang sering dilakukan oleh komunitas ini. Komunitas Facebook ini diketuai oleh Mas Bro Aal (nama aslinya saya tidak tau) beliau juga sekaligus Founder dari komunitas ini. Karena kebetulan pekerjaan saya adalah seorang Freelance Illustrator sehingga jadwal saya selalu fleksibel atau tidak terikat untuk urusan apapun. Tanpa pikir panjang saya coba bertanya di kolom komentar apakah boleh anggota grup dan bukan pengurus ikut serta, dan ternyata non pengurus diperbolehkan ikut. Kebetulan pada saat itu ada salah satu teman yang sedang cuti kerja, sehingga saya ajak juga dia untuk ikut.

Keberangkatan saya jalan-jalan ke pulau ini adalah yang pertama kalinya, walaupun saya sudah pernah mendengar nama pulau ini sejak kurang lebih 10 tahun yang lalu. Pagi itu keberangkatan saya mulai dari tempat tinggal saya yang berada di Km. 42 atau bukan dari tempat tinggal saya di Km. 4. Yah perjalanan kurang lebih sekitar 1 jam menuju Pelabuhan Batang Batulicin apabila naik kendaraan bermotor dengan kecepatan level santai. Sesampai di Pelabuhan Batang pas jam 09.00 Wita sesuai jadwal yang ditentukan ternyata sudah cukup banyak orang berkumpul disana, saya mengira mereka adalah peserta grup yang akan saya ikut gabung, ternyata bukan. Ternyata grup yang akan saya ikuti belum datang semua alias hanya beberapa orang saja alias molor. Sekitar jam 10.00 Wita barulah kami berangkat memuju Pulau Burung dengan menaiki perahu nelayan carteran dengan total peserta sekitar 20 orang. Suasana pagi itu sangat cerah namun tidak begitu terik, jadi sangat cocok untuk menikmati perjalanan laut menuju Pulau Burung. Hanya memerlukan waktu sekitar 15 menit kami sudah sampai di Pulau Burung, ternyata dekat sekali tempatnya. Saya memerkirakan sebelumnya bahwa tempatnya ditempuh dengan waktu berjam-jam, ternyata tidak. 

Kondisi dermaganya cukup bagus dan dipengkapi dengan beberapa gazeboo, tidak jauh dari dermaga juga disediakan jembatan kayu untuk menikmati kawasan wisata manggrove. Namun tujuan utama kami adalah panen langsat, jadi wisata manggrovenya dilakukan setelah panen langsat. Pulau ini didiami oleh cukup banyak warga dengan mayoritas suku Bugis yabg berasal dari Pulau Sulawesi. Jalan di desa ini dibuat menjadi track beton dua arah dengan kondisi masih bagus, namun disini tidak ditemukan mobil yabg ada hanya sepeda motor. Setelah menyusuri cukup jauh perjalanan menuju TKP dengan pemandangan banyak pohon langsat yang yang buahnya siap dipanen, akhirnya kami sampai di tempat tujuan. Disini kami langsung duduk-duduk melepas penat dan menikmati buah langsat yabg langsung dipetik dari pohonnya. Banyak sekali pohon langsat disini, dan pengunjung bisa membeli buah ini untuk dibawa pulang dengan harga yang jauh lebih murah di banding di pasar. Disana saya bertemu kembali dengan rombongan yang tadi bertemu di pelabuhan. Rombongan kami kebetulan memesan cukup banyak buah langsat sekitar beberapa karung untuk dibagi nanti sebagai oleh-oleh.

Singkat cerita pesanan kami sudah siap untuk dibawa pulang, dan kami disana juga sudah berada berjam-jam menikmati buah langsat. Selanjutnya saatnya untuk kembali menuju dermaga dalam persiapan pulang, namun sebelum pulang seperti yang saya sebutkan diatas tidak afdol jika langsung pulang begitu saja sebelum menikmati indahnya hutan manggrove di Pulau  Burung. Di hutan manggrove ini terdapat track jembatan kayu yang memyatu dengan dermaga, jembatan kayu ini dibuat cukup panjang dan di beberapa sudut ada terdapat gazeboo untuk bersantai. Tempatnya sangat nyaman dan cantik, pastinya banyak sekali spot-spot foto yang instagramable yang sayang untuk dilewatkan. Tidak lupa juga saya mengabadikan tempat tersebut dengan merekamnya menjadi video untuk saya upload nantinya di Channel YouTube saya. Setelah puas menikmati tempat tersebut maka tibalah waktunya untuk kami pulang kembali. Sepanjang perjalanan pulang saya juga sempatkan untuk merekam video, untuk melihat keseruannya silakan tonton videonya Channel YouTube saya youtube.com/hermiadieher

Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Mas Bro Aal selalu Founder/Ketua/Koordinator dari Grup Facebook Borneo Netizen (Tanah Bumbu) yang telah mengizinkan saya ikut bergabung di kunjungan wisata tersebut.
Terima kasih juga kepada Mas .... Selalu Tuan Rumah sekaligus juga Pengurus dan Anggota Grup Facebook Borneo Netizen (Tanah Bumbu)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gampag!!! Begini Cara Paling Mudah Mengatasi Masalah Header Error pada Import File JPEG di Adobe Premiere Pro CC

Illustration By : https://pixabay.com Design by Lalmch
Di postingan kali ini saya akan menjelaskan trik dan tips mudah mengenai bagaimana caranya mengatasi masalah "Header Error" pada saat melaluian proses import file JPEG atau JPG ke dalam Sequence di aplikasi Adobe Premiere Pro CC. Masalah ini biasanya akan didapat apabila kalian adalah seorang editor yang ingin membuat video dari slide foto dengan format JPEG, JPG atau PNG. 
Intinya pada postingan ini saya buat berdasarkan pengalaman saya sendiri pada saat melakukan editing video di Adobe Premiere Pro menggunakan bahan foto atau bukan footage. Caranya sangat mudah, apabila foto yang kalian jadikan bahan untuk video mengalami masalah "Header Error" pada saat proses import, maka coba cari dahulu file foto tersebut. Setelah filenya di temukan maka silakan di klik kanan file tersebut kemudian klik edit menggunakan aplikasi Paint 3D bawaan dari Windows 10. 
Setelah file berhasil dibuka, kemudian klik tombol simpan ulang…

Indahnya Pantai Teluk Tamiang Kecamatan Pulau Laut Barat, Kotabaru Kalimantan Selatan

Pada postingan kali ini saya akan bercerita tantang perjalanan ke-2 saya ke Pantai Teluk Tamiang yang berada di Desa Teluk Tamiang Kecamatan Tanjung Selayar Kotabaru Kalimantan Selatan atau posisi persisnya berada di ujung selatan Pulau Kotabaru. Perjalanan kali ini saya hanya sendiri atau solo traveler, karena misi kali ini adalah selain ingin mengeksplor lebih detail lagi area-area yang belum saya sempat datangi sebelumnya, serta misi fotografi untuk menambah stock foto saya. Selain fotografi merupakan hobi saya, jalan-jalan ke tempat-tempat wisata juga adalah hobi saya (jika lagi ada dana). Hasil fotografi selain saya gunakan untuk koleksi pribadi saya atau untuk keperluan posting di Instagram, foto-foto tersbut juga saya upload di website marketplace microstock untuk dijual. Untuk lebih jelasnya terkait tentang jualan foto di microstock, maka silakan dibaca postingan saya yang membahas tentang Dunia Microstock.


Setelah menempuh perjalanan beberapa jam dari Batulicin dengan menaiki …

Perjalanan ke Pantai Teluk Tamiang dan Pulau Tanjung Kunyit

Sebenarnya rencana ingin berangkat refreshing sudah dimulai jauh-jauh hari, namun karena kendala ketepatan waktu libur teman-temanlah yang membuat perjalanan kami tertunda. Sebenarnya awalnya kami merencanakan liburan ke Pulau Samber Gelap di Kotabaru, Kalimantan Selatan namun pada akhirnya pilihan tersebut batal dikarekan ombak laut di Selat Makassar saat itu masih cukup besar. Paman sopir Speed Boat tidak berani mengendarai speed boatnya dengan kondisi laut seperti itu. Sehingga pilihan terakhir kami adalah ke Pantai Teluk Tamiang yang lokasinya juga berada di Pulau Kotabaru tetapi berada di bagian ujung selatan.


Rencana awal saya dan berdua teman saya berangkat dari rumah di Mantewe, Tanah Bumbu adalah pukul 06.00 Wita, namun karena subuh itu masih hujan rintik maka jadwal kami molorkan ke jam 06.30. Kami dan rombongan sepakat untuk bertemu di Pelabuhan Ferry Batulicin, karena tiga orang teman lainnya pada malam sebelumnya menginap di Batulicin. Ferry berangkat sekitar pukul 07.00 W…