Langsung ke konten utama

Explore Goa Sugung, Objek Wisata Alam di Pegunungan Meratus | Desa Mantewe Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan

View Karst Bagian Utara

Pada postingan kali ini saya akan bercerita tentang perjalanan atau trip saya yang kesekian kali ke Goa Sugung. Sebelumnya saya jelaskan dahulu bahwa Goa Sugung adalah Goa Batu Kapur yang terletak di hutan hujan tropis Pegunungan Meratus. Secara administrasi berada di Desa Mantewe Jl. Kodeco Km. 47 Rt. 05 Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu Propinsi Kalimantan Selatan. Perbukitan Kapur ini merupakan gugusan bukit kapur yang memanjang dari bagian selatan wilayah Kalimatan Selatan sampai ke ararh Utara.
Goa Sugung merupakan objek wisata alam yang sangat hits pada tahun 90an pada saat momen Lebaran atau Tahun Baru, namun karena keterbatasan infrastruktur jalan (dari jalan poros Kodeco menuju TKP) khususnya yang disebabkan faktor alam, maka beberapa waktu kemudian sampai dengan saat ini objek wisata ini sudah tidak lagi terurus, tidak ada pengunjung dan bahkan sudah terlupakan. Namun beberapa bulan ini sampai dengan saya berkunjung infrastruktur jalan tersebut sudah mulai ada perbaikan, dikarenakan area disekelilingnya sudah menjadi lokasi perkebunan kelapa sawit milik perusahaan swasta lokal.

View Karst Bagian Utara

Ok jadi perjalanan kali ini saya ke Goa Sugung dimulai dari rumah saya yang memang berada di Desa Mantewe, jadi perjalanan saya hanyalah perjalanan keliling kampung istilahnya. Namun karena luasnya wilayah administratif Desa Mantewe sehingga Goa Sugung terletak cukup jauh dari tempat tinggal saya walaupun berada dalam satu desa. Kondisi jalan saat ini dari Jl. Kodeco Km. 42 ke Jl. Kodeco Km. 47 sudah full beraspal, namun untuk perjalanan dari Jl. Kodeco Km. 47 menuju ke TKP melewati jalan tanah dan berkerikil, terdapat 3 (tiga) titik jalan yang becek dan sedikit menyusahkan sepeda motor saya untuk melewatinya.

Sepanjang perjalanan dari Jl. Kodeco Km. 45 sampai dengan ke TKP kita disuguhi pemandangan alam yaitu bukit batuan kapur atau karst yang menjulang dan berjejer, sangat indah menurut saya. Walaupun saya memang orang asli daerah sini yang notabennya hampir setiap hari menyaksikan perbukitan ini, namun saya tetap saja takjub dengan pemandangannya. Apalagi jika sudah berada di area dekat TKP, perbukitan kapurnya semakin eksotis menurut saya. Singkat cerita saya sudah sampai pada depan TKP atau depan lokasi Goa Sugung. Jadi jika orang awam yang belum pernah ke Goa Sugung pasti akan sulit sekali mengenali yang mana depan atau muara Goa Sugung itu, tapi karena ini merupakan perjalanan saya yang kesekian kalinya ke sini, sehingga saya masih mengingatnya. Jadi bagi kalian yang berencana mengeksplor Goa Sugung, patokannya adalah yang pertama Plang Nama Lokasi Perusahaan dan yang ke dua adalah bangunan kayu semacam tempat berteduh yang berada di sebelah kiri jalan. Karena disini sudah tidak ada lagi plang objek wisatanya, karena seperti saya jelaskan diatas bahwa tempat ini sudah menjadi area perkebunan milik perusahaan swasta.

Jadi pas di tempat ini kita dapat menikmati keindahan perbukitan kapur yang berjejer dengan view 360 derajat, karena memang lokasi tersebut dikelilingi oleh perbukitan tersebut, namun beberapa tahun kemudian mungkin kita sudah tidak dapat menikmati perbukitan tersebut lagi dari dari tempat itu, karena pemandangannya akan tertutup pohon kelapa sawit yang sudah tinggi-tinggi. Nah untuk mencapai muara Goa Sugung saya harus melewati kebun kelapa sawit yang dipenuhi oleh tumbuhan liar semak belukar dengan ukuran yang cukup tinggi, kekhawatiran saya pada saat itu adalah pada binatang melata seperti ular piton yang bisa memakan orang. Selain semak belukar saya harus melewati lagi salah satu anak sungai yang airnya cukup dalam, tapi untungnya ada pohon kayu mati yang melintang sehingga saya bisa melewatinya walaupun dengan susah payah.

Singkat cerita lagi 😄 sekrang saya sudah berada di muara Goa Sugung, hemmm pemandangannya sangat indah menurut saya, karena struktur batuan kapur atau karst yang terpahat secara alami memberikan efek megah pada muara dari Goa Sugung. Banyak sekali tumbuhan-tumbuhan khas bebatuan yang tumbuh disana sehingga menambah kesan eksotis goa tersebut. Udara di muara tersebut cukup sejuk dan sangat berbeda dengan suhu udara ketika masih di luar. Saya sangat terkagum sekali dengan tempat itu, namun perjalanan saya waktu itu hanya saya lakukan di muara goa saja, karena saya tidak berani untuk menjelajahi masuk ke dalam goa. Karena memang saya saat itu hanya sendirian dan juga tidak membawa perlengkapan untuk menyusuri ke dalam goa. Untuk detailnya silakan ke channel YouTube saya EHER Channel untuk menonton video dokumentasinya.

Setelah saya menelusuri Goa Sugung maka perjalanan saya lanjutkan ke arah utara yaitu dengan terus saja mengikuti jalan lurus di area perkebunan tersebut. Jalan lurus itu sendiri akan tembus nantinya ke perkebunan PT. JAL di wilayah Desa Bulurejo Kec. Mantewe Blok C2. Jadi tempat yang akan saya datangi adalah sebuah hamparan dinding bukit kapur atau karst yang masih satu jalur dengan perbukitan yang saya sudah ceritakan di atas. Namun istimewanya tempat ini adalah hamparan bukit kapur yang tersusun rapi serta luas dan menghadap ke arah timur kemudian di sisi-sisinya terdapat persawahan yang dibuat oleh perusahaan perkebunan sawit tersebut. Jadi dapat dibayangkan apabila sawah-sawah tersebut sudah ditanami maka akan tercipta pemandangan yang super eksotis seperti persawahan yang ada di Negara Vietnam atau China ya... rada lupa saya, kalian bisa cek di Google.

Setelah menempuh sekitar 10 (sepuluh) menit dari Goa Sugung, akhirnya saya sampai di tempat tujuan saya. Pemandangan susunan bukit kapur atau karst pegunungan Meratus atau pulau Borneo yang menjulang kokoh memberikan nuansa kemegahan dan eksotis. Namun sayang sekali pada waktu itu ternyata persawahannya terlihat masih kering, karena musim kemerau yang baru saja selesai. Jadi sawahnya belum ditanami, dapat dibayangkan jika seluruh sawahnya sudah ditanami maka akan terlihat seperti permadani hijau yang sangat luas dan terhampar di depan susunan bukit kapur. Ok ssmpai disini dulu postingan saya, untuk lebih jelasnya silakan tonton video dokumentasinya di channel YouTube saya yaitu EHER Channel.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gampag!!! Begini Cara Paling Mudah Mengatasi Masalah Header Error pada Import File JPEG di Adobe Premiere Pro CC

Illustration By : https://pixabay.com Design by Lalmch
Di postingan kali ini saya akan menjelaskan trik dan tips mudah mengenai bagaimana caranya mengatasi masalah "Header Error" pada saat melaluian proses import file JPEG atau JPG ke dalam Sequence di aplikasi Adobe Premiere Pro CC. Masalah ini biasanya akan didapat apabila kalian adalah seorang editor yang ingin membuat video dari slide foto dengan format JPEG, JPG atau PNG. 
Intinya pada postingan ini saya buat berdasarkan pengalaman saya sendiri pada saat melakukan editing video di Adobe Premiere Pro menggunakan bahan foto atau bukan footage. Caranya sangat mudah, apabila foto yang kalian jadikan bahan untuk video mengalami masalah "Header Error" pada saat proses import, maka coba cari dahulu file foto tersebut. Setelah filenya di temukan maka silakan di klik kanan file tersebut kemudian klik edit menggunakan aplikasi Paint 3D bawaan dari Windows 10. 
Setelah file berhasil dibuka, kemudian klik tombol simpan ulang…

Perjalanan ke Pantai Teluk Tamiang dan Pulau Tanjung Kunyit

Sebenarnya rencana ingin berangkat refreshing sudah dimulai jauh-jauh hari, namun karena kendala ketepatan waktu libur teman-temanlah yang membuat perjalanan kami tertunda. Sebenarnya awalnya kami merencanakan liburan ke Pulau Samber Gelap di Kotabaru, Kalimantan Selatan namun pada akhirnya pilihan tersebut batal dikarekan ombak laut di Selat Makassar saat itu masih cukup besar. Paman sopir Speed Boat tidak berani mengendarai speed boatnya dengan kondisi laut seperti itu. Sehingga pilihan terakhir kami adalah ke Pantai Teluk Tamiang yang lokasinya juga berada di Pulau Kotabaru tetapi berada di bagian ujung selatan.


Rencana awal saya dan berdua teman saya berangkat dari rumah di Mantewe, Tanah Bumbu adalah pukul 06.00 Wita, namun karena subuh itu masih hujan rintik maka jadwal kami molorkan ke jam 06.30. Kami dan rombongan sepakat untuk bertemu di Pelabuhan Ferry Batulicin, karena tiga orang teman lainnya pada malam sebelumnya menginap di Batulicin. Ferry berangkat sekitar pukul 07.00 W…

Indahnya Air Terjun Mandin Damar di Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu

Pada postingan kali ini saya akan bercerita tentang perjalanan saya ke tempat wisata Air Terjun Mandin Damar yang berada di Desa Gunung Raya Kecamatan Mantewe Kab. Tanah Bumbu Kalimantan Selatan. Sebenarnya rencana sebelumnya perjalanan ke air terjun ini bukanlah tujuan utama kami, tetapi karena cuaca yang tidak bersahabat pada saat itu sehingga kami putuskan hanya datang ke Air Terjun Mandin Damar. Lokasi air terjun ini sebenarnya berada di desa tetangga saya, walaupun desa tetangga yang logikanya dekat namun ini adalah kali pertama saya kesana. Itupun tahunya gara-gara melihat feed di instagram. 

Jarak antara tempat tinggal saya sekitar ke Air Terjun Mandin Damar sekitar 9 Kilometer, tetapi ternyata ditambah lagi jaraknya sekitar 6 Kilometer perjalanan. Jadi posisi air terjun ini tidak berada di sisi jalan utama Jl. Kodeco Km.60 jalur Batulicin - Kandangan, tetapi harus masuk lagi ke dalam perkampungan yang bukan perkampungan utama dengan kondisi jalan yang berbatu-batu. Apabila kali…