Langsung ke konten utama

Berburu Tanaman Hias Alocasia Reversa Yang Sedang Digandrungi Para Pecinta Tanaman

Berawal dari keisengan saya yang pada saat itu sedang buntu dengan ide dalam pembuatan konten YouTube pada channel saya (EHER Channel) dan jauh sebelum orang sekarang rame-rame berburu tanaman hias ke hutan. Jadi pada saat hari itu saya memutuskan saja untuk jalan ke salah satu hutan yang memang sebelumnya saya sudah pernah kunjungi bersama beberapa teman saya dalam rangka mau bikin jalur pendakian ke salah satu puncak bukit kapur yang berada persis di hutan tersebut. Jadi pada saat kami merintis jalur tersebut saya tidak sengaja menemukan salah satu tanaman mirip keladi yang daunnya cukup unik dan belum belum pernah saya lihat sebelumnya. Ok kita kembali ke bahasan awal, jadi berbekal pengalaman sebelumnya itulah saya niatkan pada pagi itu untuk membuat konten tentang tanaman yang saya pernah liat sebelumnya.


Pagi itu sekitar pukul 09.00 Wita kebetulan cuaca sangat cerah sehingga perjalanan pada hari itu ditempuh dengan sangat lancar. Berbekal kamera DSLR Canon 700D dengan lensa Fix diharapkan konten video tanaman hias untuk channel saya akan lebih baik kualitasnya dibandingkan dengan hanya menggunakan smartphone atau HP. Setelah sekitar 1/4 jam perjalanan dari rumah saya maka sampailah saya ke tempat yang saya tuju. Memang tempat tersebut tidak begitu jauh dari tempat tinggal saya dan didukung dengan kondisi jalan yang sudah full beraspal sehingga perjalanan menjadi sangat mudah. Sebeluk mencapai TKP saya harus agak masuk lagi ke area hutan sekitar 200 meter dari jalan raya, dan kebetulan juga jalan setapak tersebut masih dapat dilewati oleh sepeda motor jadi sekalian saja saya bawa sepeda motor saya ke dalam hutan.

Sesampai di TKP saya tidak langsung dapat menemukan tanaman yang saya akan dokumentasikan karena saya harus melewati salah satu anak sungai yang airnya sangat jernih khas bebatuan dan jalan lereng menanjak yang cukup curam namun masih bisa dilewati dengan sedikit ekstra tenaga dan tidak lupa berpegangan pada batang-batang pohon serta akar dari pepohonan. Setelah menaiki lereng curam tersebut sekitar 50 meter tingginya maka saya sudah bisa menemukan tanaman hias tersebut yaitu tanaman Alocasia Reversa tanaman asli pulau Kalimantan. Alocasia Reversa sendiri adalah tanaman liar yang memiliki karakteristik daun tebal, ukuran daun meruncing pelepah daun yang cukup pendek serta warna yang sangat menarik yaitu didominasi warna hijau agak silver dan dibagian tengahnya berwarna hijau tua. Tumbuhan ini tidak menyukai intensitas sinar matahari langsung terlalu banyak, maka dari itu tumbuhan alocasia reversa ini hanya ditemukan pada habitat teduh dan sejuk saja. Jenis tanaman tanaman hias alocasia ini sangat cocok dijadikan tanaman hias dalam ruangan atau indoor. Untuk lebih jelasnya, berikut foto-fotonya dan silakan juga untuk menonton videonya di youtube EHER Channel.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gampag!!! Begini Cara Paling Mudah Mengatasi Masalah Header Error pada Import File JPEG di Adobe Premiere Pro CC

Illustration By : https://pixabay.com Design by Lalmch Di postingan kali ini saya akan menjelaskan trik dan tips mudah mengenai bagaimana caranya mengatasi masalah "Header Error" pada saat melaluian proses import file JPEG atau JPG ke dalam Sequence di aplikasi Adobe Premiere Pro CC. Masalah ini biasanya akan didapat apabila kalian adalah seorang editor yang ingin membuat video dari slide foto dengan format JPEG, JPG atau PNG.  Intinya pada postingan ini saya buat berdasarkan pengalaman saya sendiri pada saat melakukan editing video di Adobe Premiere Pro menggunakan bahan foto atau bukan footage.  Caranya sangat mudah, apabila foto yang kalian jadikan bahan untuk video mengalami masalah "Header Error" pada saat proses import, maka coba cari dahulu file foto tersebut. Setelah filenya di temukan maka silakan di klik kanan file tersebut kemudian klik edit menggunakan aplikasi Paint 3D bawaan dari Windows 10.  Setelah file berhasil dibuka, kemudian klik t

Indahnya Pantai Teluk Tamiang Kecamatan Pulau Laut Barat, Kotabaru Kalimantan Selatan

Pada postingan kali ini saya akan bercerita tantang perjalanan ke-2 saya ke Pantai Teluk Tamiang yang berada di Desa Teluk Tamiang Kecamatan Tanjung Selayar Kotabaru Kalimantan Selatan atau posisi persisnya berada di ujung selatan Pulau Kotabaru. Perjalanan kali ini saya hanya sendiri atau solo traveler, karena misi kali ini adalah selain ingin mengeksplor lebih detail lagi area-area yang belum saya sempat datangi sebelumnya, serta misi fotografi untuk menambah stock foto saya. Selain fotografi merupakan hobi saya, jalan-jalan ke tempat-tempat wisata juga adalah hobi saya (jika lagi ada dana). Hasil fotografi selain saya gunakan untuk koleksi pribadi saya atau untuk keperluan posting di Instagram, foto-foto tersbut juga saya upload di website marketplace microstock untuk dijual. Untuk lebih jelasnya terkait tentang jualan foto di microstock, maka silakan dibaca postingan saya yang membahas tentang Dunia Microstock. Setelah menempuh perjalanan beberapa jam dari Batulicin

Perjalanan ke Pantai Teluk Tamiang dan Pulau Tanjung Kunyit

Sebenarnya rencana ingin berangkat refreshing sudah dimulai jauh-jauh hari, namun karena kendala ketepatan waktu libur teman-temanlah yang membuat perjalanan kami tertunda. Sebenarnya awalnya kami merencanakan liburan ke Pulau Samber Gelap di Kotabaru, Kalimantan Selatan namun pada akhirnya pilihan tersebut batal dikarekan ombak laut di Selat Makassar saat itu masih cukup besar. Paman sopir Speed Boat tidak berani mengendarai speed boatnya dengan kondisi laut seperti itu. Sehingga pilihan terakhir kami adalah ke Pantai Teluk Tamiang yang lokasinya juga berada di Pulau Kotabaru tetapi berada di bagian ujung selatan. Rencana awal saya dan berdua teman saya berangkat dari rumah di Mantewe, Tanah Bumbu adalah pukul 06.00 Wita, namun karena subuh itu masih hujan rintik maka jadwal kami molorkan ke jam 06.30.  Kami dan rombongan sepakat untuk bertemu di Pelabuhan Ferry Batulicin, karena tiga orang teman lainnya pada malam sebelumnya menginap di Batulicin.  Ferry berangkat sekita