Langsung ke konten utama

Gowes Sekalian Berburu Tanaman Hias di Hutan


Ok teman-teman, jadi akhir pekan ini saya gowes ke salah satu jalur yang belum pernah saya leeati sebelumnya dengan menggunakan sepeda MTB saya. Namun sebelumnya saya sudah pernah berkali-kali melewati jalur ini menggunakan sepeda motor butut saya Jupiter MX jadul. Alasan saya mengapa saya gowes ke jalur ini adalah karena pada pagi harinya setelah kelar pekerjaan saya alias upload-upload video untuk konten youtube saya merasa sedikit penat dan perlu sedikit refreshing, padahal juga tiap hari udah refreshing
 😄. Karena kebetulan hari itu adalah weekend tepatnya hari Sabtu dan terlihat cuaca sangat cerah pagi itu, sehingga kenapa tidak dimanfaatkan untuk gowes saja.


Awalnya saya hanya ingin menghunakan jalur standar aspal yang biasanya saya lalui karena saya sekalian kepengen hunting (beli anakan) tanaman keladi di salah satu rumah warga untuk saya budidaya, namun karena saya lihat cuacanya sangat bersahabat jadi rute saya langsung alihkan ke rute bebatuan yang memang sangatcpas untuk jalur MTB (karena biasanya saya gowes menggunakan Road Bike apabila di jalur aspal). Pagi itu jam menunjukan sekitar pukul 07.00 Wita sehingga cuaca masih terasa cukup sejuk, maklum lokasi gowes saya berada di daerah pedalaman pulau Kalimantan. Jalur gowes yang saya tempuh sekitar 20 Km, seluruh jalur merupakan jalan tanah berbatu dan disisi kiri dan kanannya merupakan perkebunan kelapa sawit milik perusahaan swasta. Selain perkebunan yang paling menarik adalah di sisi kiri kanannya juga merupakan gugusan perbukitan karst atau perbukitan kapur yang menjulang tinggi dan sangat eksotis.

Sepanjang perjalanan sungguh menantang jalurnya karena kebetulan pada malam sebelumnya habis diguyur hujan. Setelah menempuh perjalanan beberapa kilometer saya sempatkan untuk mendokumentasikan pemendangan di sekitar lokasi tersebut. Selain menikmati pemandangan saya juga tidak lupa untuk memperhatikan lokasi yang kira-kira cocok untuk melakukan hunting atau perburuan tanaman hias, hitung-hitung saya pulang ke rumah tidak dengan tangan kosong tetapi dengan membawa oleh-oleh yaitu video dokumentasi eksplorasi saya berburu tanaman hias di hutan untuk konten di channel youtube saya yaitu EHER Channel.
Akhirnya sampailah saya di salah satu lokasi yang cocok dan dirasa cukup aman untuk saya jelajahi dengan sendirian, karena jujur saja saya tidak berani asal masuk hutan saja apabila kondisi sendirian seperti saat itu, katena di hutan Kalimantan cukup banyak binatang buas seperti ular piton dan masih ada beruang.

Setelah saya taruh sepeda MTB Xtrada 6 versi 2021 saya di tempat yang cukup aman, selanjutnya saya langsung menelusuru salah satu kaki bukit kapur tersebut. Kondisi dasar bukit kapurnya masih cukup rimbun dengan kanopi khas hutan tropis sehingga terkadang terdapat tumbuhan tali-tali yang sedikit menyusahkan untuk dilewati. Keadaan dasarnya agak sedikit basah dan licin karena bekas diguyur hujan pada malam sebelumnya. Dari sana saya mulai mengekslporasi dan mengendus-endus kira-kira tanaman hias unik apa saja yang ada di sana. Tidak berapa lama saya sudah menemukan tanaman Begonia SP yang tumbuh di celah-celah bebatuan kapur namun tidak begitu masif pertumbuhannya. Kemudian saya juga menemukan ada buah hutan yang saya masih asing jenis apa dan apakah dapat dimakan. Semakin ke atas kondisi kelembaban sudah agak berkurang, namun sepertinya tidak begitu banyak variasi tanaman yang saya temukan. Setelah mencapai sekitar 50 meter saya menaiki lereng bukit kapur yang cukup curam tersebut, maka saya memutuskan untuk kembali turun, di perjalanan turun tersebut saya kembali menemukan tanaman hias Begonia SP beberapa rumpun. Tampaknya di lokasi tersebut hanya tanaman Begonia saja yang tanaman yang hias yang cukup unik yang saya temukan. Setelah itu saya melanjutkan perjalanan gowes saya menyusuri daerah perbukitan kapur di pedalaman Kalimantan. Video Perburuan Tanaman Hias di Hutan tersebut dapat kalian liat pada channel youtube saya EHER Channel atau pada embed video yang terdapat dibawah. Terima kasih...




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gampag!!! Begini Cara Paling Mudah Mengatasi Masalah Header Error pada Import File JPEG di Adobe Premiere Pro CC

Illustration By : https://pixabay.com Design by Lalmch Di postingan kali ini saya akan menjelaskan trik dan tips mudah mengenai bagaimana caranya mengatasi masalah "Header Error" pada saat melaluian proses import file JPEG atau JPG ke dalam Sequence di aplikasi Adobe Premiere Pro CC. Masalah ini biasanya akan didapat apabila kalian adalah seorang editor yang ingin membuat video dari slide foto dengan format JPEG, JPG atau PNG.  Intinya pada postingan ini saya buat berdasarkan pengalaman saya sendiri pada saat melakukan editing video di Adobe Premiere Pro menggunakan bahan foto atau bukan footage.  Caranya sangat mudah, apabila foto yang kalian jadikan bahan untuk video mengalami masalah "Header Error" pada saat proses import, maka coba cari dahulu file foto tersebut. Setelah filenya di temukan maka silakan di klik kanan file tersebut kemudian klik edit menggunakan aplikasi Paint 3D bawaan dari Windows 10.  Setelah file berhasil dibuka, kemudian klik t

Indahnya Pantai Teluk Tamiang Kecamatan Pulau Laut Barat, Kotabaru Kalimantan Selatan

Pada postingan kali ini saya akan bercerita tantang perjalanan ke-2 saya ke Pantai Teluk Tamiang yang berada di Desa Teluk Tamiang Kecamatan Tanjung Selayar Kotabaru Kalimantan Selatan atau posisi persisnya berada di ujung selatan Pulau Kotabaru. Perjalanan kali ini saya hanya sendiri atau solo traveler, karena misi kali ini adalah selain ingin mengeksplor lebih detail lagi area-area yang belum saya sempat datangi sebelumnya, serta misi fotografi untuk menambah stock foto saya. Selain fotografi merupakan hobi saya, jalan-jalan ke tempat-tempat wisata juga adalah hobi saya (jika lagi ada dana). Hasil fotografi selain saya gunakan untuk koleksi pribadi saya atau untuk keperluan posting di Instagram, foto-foto tersbut juga saya upload di website marketplace microstock untuk dijual. Untuk lebih jelasnya terkait tentang jualan foto di microstock, maka silakan dibaca postingan saya yang membahas tentang Dunia Microstock. Setelah menempuh perjalanan beberapa jam dari Batulicin

Perjalanan ke Pantai Teluk Tamiang dan Pulau Tanjung Kunyit

Sebenarnya rencana ingin berangkat refreshing sudah dimulai jauh-jauh hari, namun karena kendala ketepatan waktu libur teman-temanlah yang membuat perjalanan kami tertunda. Sebenarnya awalnya kami merencanakan liburan ke Pulau Samber Gelap di Kotabaru, Kalimantan Selatan namun pada akhirnya pilihan tersebut batal dikarekan ombak laut di Selat Makassar saat itu masih cukup besar. Paman sopir Speed Boat tidak berani mengendarai speed boatnya dengan kondisi laut seperti itu. Sehingga pilihan terakhir kami adalah ke Pantai Teluk Tamiang yang lokasinya juga berada di Pulau Kotabaru tetapi berada di bagian ujung selatan. Rencana awal saya dan berdua teman saya berangkat dari rumah di Mantewe, Tanah Bumbu adalah pukul 06.00 Wita, namun karena subuh itu masih hujan rintik maka jadwal kami molorkan ke jam 06.30.  Kami dan rombongan sepakat untuk bertemu di Pelabuhan Ferry Batulicin, karena tiga orang teman lainnya pada malam sebelumnya menginap di Batulicin.  Ferry berangkat sekita